Tuesday, September 1, 2015

Cinta Materi hingga memberi diri di sentuh

Tidak terbayang, apa yang dirasakan ketika mendapati kekasih dalam keadaan tanpa busana dan ada perempuan lain yang juga tanpa busana di ranjangnya? Dengan langkah gontai, Ine, 26, seorang karyawan swasta meninggalkan kekasihnya yang ia dapati tanpa sehelai benangpun bersama perempuan lain di kamarnya. Kisah cinta mereka harus berakhir setelah 7 bulan bersama.



Mungkin terdengar seperti cerita-cerita sinetron di televisi,  ini memang benar-benar terjadi pada kehidupan teman saya . Awalnya ketika saya bertemu dengan gerombolan teman kecil, teman sepermainan ketika masih duduk di bangku SD dulu. Ternyata, di antara anak lelaki masa lalu yang biasa berlarian bersama di sekolah, ada dia yang bisa mencuri perhatian dan hati Teman Saya . Salim, begitu ia biasa ia dipanggil. Tampilannya yang selalu terlihat dewasa ditambah kacamata melekat di wajah, membuat sosok lelaki yang ketika masa kecil tidak pernah saya perhatikan tiba-tiba terlihat sangat berkharisma di hadapan saya.
Gayung bersambut, ternyata perasaan teman saya  tidak bertepuk sebelah tangan. Tidak lama setelah pertemuan  itu, teman saya  pun menjalin hubungan cinta. Layaknya orang yang baru pacaran, semua terasa indah. Apapun ingin dilakukan bersama dengan si dia. Membangun mimpi indah di masa depan pun tidak lepas dari bahan pembicaraan kami berdua. Ya,  mereka merasa hanya mereka yang ada  di dunia ini. Kegiatan  teman saya sebagai pekerja kantoran dan Salim sebagai pengusaha kecil sama sekali tidak mengganggu hubungan kami. Kami saling dukung dalam hal moril dan meteril. Ketika usaha Salam nyaris bangkrut, teman saya  bersyukur bisa berada di sampingnya dan membantunya kembali bangkit lewat pinjaman dana yang saya berikan. Jangankan hanya uang, demi cinta, apapun ia  berikan. Ya, alasan klise perempuan memang, demi cinta. Hingga, teman saya  pun berbuat terlalu jauh dengannya. Mereka  pun pernah melakukan hubungan suami-istri.